Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terus mendorong penguatan pendidikan karakter dan akhlak generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Jombang, Desa Sugihwaras. Arifin hadir mewakili Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud.
Dalam sambutannya, Arifin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Jombang yang telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Maulid tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagaimana kita mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW. Semoga melalui peringatan ini kita semakin memahami akhlak beliau dan mampu mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan kita,” ujar Arifin.
Ia menilai tema “Generasi Z Cinta Rasul, Berakhlak Mulia di Era Digital” sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.
Menurut Arifin, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, terutama dalam membuka akses informasi dan menunjang proses pembelajaran. Namun, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan akhlak.
«“Tema ini sangat relevan dengan kondisi sekarang. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dan memberikan banyak manfaat. Tetapi yang paling penting, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan akhlak yang semakin baik,” katanya.
Arifin juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan telepon seluler atau HP, khususnya bagi peserta didik. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak, bukan justru menjadi sumber paparan informasi yang tidak sesuai dengan usia.
Karena itu, ia meminta orang tua dan pihak sekolah bersama-sama mengawasi penggunaan perangkat digital oleh anak.
«“Kalau tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran, penggunaan HP dapat dibatasi dan dikontrol. Ini penting agar anak-anak kita tidak mendapatkan informasi yang kurang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bawah kepemimpinan Bupati H. Samsul Mahmud juga memberikan perhatian terhadap penggunaan telepon seluler di lingkungan pendidikan melalui kebijakan surat edaran Pengaturan dan Pembatasan Penggunaan telpon seluler di Satuan Pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin turut menyampaikan sejumlah perkembangan sektor pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.
Ia mengungkapkan, sekitar 17 ribu siswa di Polman menerima Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun ini. Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap mendapatkan akses pendidikan.
«“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 17 ribu penerima PIP di Polewali Mandar. Ini merupakan hasil koordinasi dan sinergi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan Pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Bupati Samsul Mahmud ini semua di lakukan untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan dukungan dalam hal pendidikan,” ujarnya.»
Selain PIP, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menyiapkan perhatian lebih bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Untuk tahun anggaran 2027, pemerintah daerah akan mengalokasikan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan.
Arifin mengatakan, melalui pendataan, verifikasi, serta intervensi bersama antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat, jumlah anak tidak sekolah di Polewali Mandar menunjukkan tren penurunan.
Upaya tersebut dilakukan dengan mendatangi dan melakukan pendekatan kepada keluarga, sehingga anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah dapat kembali memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.
Menurut Arifin, penanganan ATS tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lingkungan sekitar.
“Keberhasilan menekan angka anak tidak sekolah membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat hingga lingkungan sekitar,” katanya.
Arifin berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Jombang dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus pendidikan karakter generasi muda.
Ia mengajak orang tua dan generasi Z menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
“Generasi muda harus cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter dan akhlak yang baik. Inilah yang harus kita bangun bersama agar generasi Polman ke depan menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia,” pungkasnya.











